Awan Jauh Weton — Ketika Langit Membaca Nasib Manusia
Langit pagi itu terlalu tenang. Tidak ada angin. Tidak ada suara burung. Bahkan daun-daun di pohon mangga di halaman rumah pun diam seperti ditahan oleh sesuatu yang tidak terlihat. Di bawah langit itu, seorang perempuan tua duduk bersila di teras rumah kayunya. Namanya Mbah Ranti. Di depannya terbuka sebuah kitab tua—bukan kitab biasa, tapi lembaran primbon warisan leluhur yang sudah dijaga turun-temurun. Kertasnya kusam, tintanya memudar, tapi isinya… masih hidup. Ia tidak membaca dengan mata saja. Ia membaca dengan rasa. Dan pagi itu, ia berhenti di satu bagian. Tangannya gemetar. Awan Jauh yang Tidak Masuk Hitungan Dalam primbon, segala sesuatu punya pola. Hari punya neptu. Manusia punya weton. Bahkan hujan dan angin pun punya hitungan. Namun ada satu hal yang disebut: “ Awan Jauh yang tidak masuk hitungan.” Awan jenis ini tidak mengikuti pola cuaca biasa. Ia muncul di luar perhitungan. Tidak sesuai musim. Tidak sesuai arah angin. Dan dalam primbon, ini buk...